Rabu, 10 November 2010

dibalik sebuah drama yang ga ada habisnya

Setiap drama yang ada pasti ada akhirnya tapi kayaknya kalo yang ini ga ada. Bukan drama cinta, tapi sebuah drama pertemanan. Sesuatu yang susah dicari namun sangat mudah hilang hanya dengan satu kesalahan. Dimana setiap cerita akan ada akhir yang baik seperti dongeng-dongeng. Namun rasanya susah mengakhiri drama ini. Terlalu banyak peranan yang muncul dan silih berganti menghilang. Peranan yang tak pernah membuahkan cerita baik. Selalu bersambung dengan perpecah belahan. Hanya beberapa peran utama dalam drama ini, mereka berteman dalam topeng. Entah topeng apa yang mereka kenakan yang aku tahu kita semua sama. Ya! sama-sama egois. Tak pernah satu pun ada yang ingin membuka topeng mereka sehingga drama terus berjalan. Tanpa kusadari perlahan-lahan kelelahan menghantui jalannya drama ini. Perlahan dibuka topeng-topeng yang menutupi drama ini. Yaaaah ! aku lelah mengalami semua ini. Kusadari keegoisan bukan saja ada pada mereka tapi ada padaku juga. Memang hati susah memaafkan namun bibir gampang berucap. Tak kusadari semua yang berperan dalam drama ini sama. Kumulai untuk bisa menguatkan hatiku untuk memberi satu bilah kata maaf, kata maaf yang sungguh dari hati untuk memaafkan seseorang. Teman kuharap kisah drama ini bisa berakhir dengan bahagia seperti dongeng-dongeng yang ada. Topeng-topeng yang ada selama ini sudah kubuka, untuk kalian buka bersama. Mungkin kalian berpikir ini terlalu berlebihan tapi ini lah drama yang ada, drama yang kita alami dibalik topeng yang ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar